
Invalid Date
Dilihat 164 kali

KOTODIRUMALI, NTT – Gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores mulai Sabtu, 15 Agustus 2026 membuat warga panik. Hingga hari ini Rabu, 20 Agustus 2026, warga masih memilih bertahan di pengungsian untuk mengantisipasi gempa susulan.Di Desa Kotodirumali, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, warga secara swadaya membangun posko mandiri di halaman rumah masing-masing. Tenda-tenda darurat didirikan sejak hari pertama gempa sebagai tempat berkumpul, tidur, dan memasak bersama.“Kami khawatir kalau ada gempa susulan lagi ujar ibu Soleha warga Dusun A RT 002. Di posko ini kami merasa lebih aman. Semua warga, dari anak-anak sampai lansia, tidur di sini sejak tanggal 15,” kata salah satu warga.Gotong royong terlihat di posko. Warga bergiliran memasak, menjaga keamanan malam, dan mendata kebutuhan logistik. Pemerintah desa juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Nagekeo untuk memastikan bantuan dan informasi terbaru sampai ke warga.Hingga 20 Agustus 2026, belum ada laporan korban jiwa di Desa Kotodirumali. Namun beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan seperti retak pada dinding dan genteng bergeser.Air minum warga masih aman dan bisa diakses dari sumur desa. Namun untuk kebutuhan sehari-hari, warga berharap segera mendapat bantuan sembako karena selama 5 hari ini masih makan secara patungan.Kepala Desa mengimbau warga agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas, dan terus mengikuti arahan dari BMKG serta BPBD.“Utamakan keselamatan. Kita sudah bangun posko mandiri, mari kita jaga bersama sampai situasi benar-benar aman,” ujarnya.BMKG NTT sebelumnya mengimbau masyarakat di pesisir Nagekeo untuk waspada potensi gempa susulan hingga sepekan ke depan. Penulis: [SYAFRIN MS]Lokasi: Desa Kotodirumali, Kec. Keo Tengah, Kab. Nagekeo, NTTTanggal: Rabu, 20 Agustus 2026
Bagikan:

Desa Kotodirumali
Kecamatan Keo Tengah
Kabupaten Nagekeo
Provinsi Nusa Tenggara Timur
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini